Tata Cara Haji Ifrad & Prosesinya (Sesuai Sunnah Rosulullah Saw)

Tata cara haji Ifrad – Haji merupakan rukun Islam ke-5 dan wajib untuk dikerjakan. Haji memiliki beberapa rangkaian kegiatan yang jika dilakukan dapat membuat haji kalian sah/diterima, allahu’alam.

Ibadah haji mempunyai beberapa bentuk (Qiran, Ifrad & Tamattu’) pada artikel ini kita akan membahas mengenai apa itu haji ifrad. Serta pelaksanaan yang dianjurkan oleh Rosulullah dalam haji ifrad.

Lalu apa saja syarat yang perlu di lakukan dalam pelaksanaan haji ifrad?.. Sama halnya dengan haji, syaratnya berupa mampu, dalam hal bekal, sehat maupun kendaraan. seperti dalam (QS Ali ‘Imran ayat 97). Lalu apa saja rangkaian kegiatan yang perlu di ketahui dalam haji Ifrad.

Tata Cara Haji Ifrad Sesuai Sunnah

Haji ini disebut Ifrad atau afrada artinya ‘memudahkan suatu keinginan secara terpisah’. Jadi haji ifrad ialah memisahkan antara ibadah haji dan ibadah umrah, sehingga disebut ifrad/afrada (terpisah).

Bagaimana Manasiknya

tata cara haji

Hal paling utama dilakukan oleh seseorang yang hendak menunaikan ibadah haji adalah manasik (peragaan). Peragaan di buat agar mereka tahu dan tidak terlalu kaku/kebingungan mengenai rangkaian kegiatan ketika melakukan haji di Baitullah.

Karena kami akan membahas rangkaian kegiatan haji Ifrad saja jadi untuk pembahasan lengkap mengenai ibadah Haji silahkan baca disini. Selengkapnya

Berikut ini akan kita jelaskan tata cara pelaksanaan haji secara ifrad yang telah di ajarkan oleh Rosulullah Saw.

Rangkaian Kegiatan Haji Ifrad Sesuai Sunnah

Sebelum melanjutkan pembahasan perlu di ingat kembali bahwa haji ifrad adalah memisahkan antara haji dan umrah. Bagi jama’ah yang berniat mengerjakan haji ifrad tidak wajib baginya membayar dam/denda. oke langsung saja berikut tata cara haji ifrad.

Miqad & Prosesinya (Lengkap)

Miqad ialah batasan mulainya ibadah haji dan umrah (batas yang telah ditentukan). Dalam miqad seluruh jama’ah haji wajib menggunakan kain Ihram dan berniat. Miqad terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:

Miqad Zamani yang artinya (batasan ditentukan oleh waktu).

  • Dalam ibadah haji miqad Zamani berawal di bulan Syawal hingga terbit fajar. Lalu pada hari ke-10 Zulhijjah, ketika itu juga haji dilaksanakan.
  • Dalam umrah miqad zamani dimulai sepanjang tahun dan di setiap waktu umrah dapat melakukannya.

Miqad Makani yang berarti (batasan ditentukan oleh tempat).

  • Untuk para penduduk makkah, tempat ihram haji merupakan makkah itu sendiri dan untuk umrah keluar dari tanah haram makkah yaitu di Ji’ranah, Tan’eim atau Hudabiyah.
  • Khusus untuk jama’ah yang berasal dan datang dari timur, seperti Indonesia, Malaysia maupun Singapura dan segenap negara Asia lain-nya, ihram akan mulai di Yalamlam.

Baik mungkin akan kita bahas lain hari terkait 2 jenis miqad tersebut.

Untuk jama’ah yang sudah sampai di Madinah, melakukan ihramnya di Zul Hulaifah. Sedangkan bagi jama’ah haji yang belum di Madinah ihramnya di Yalamlam. Setelah miqad dilanjutkan proses ihram berupa (bersuci atau mandi suci, wudhu dan niat haji dengan memakai ihram) lalu melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Kegiatan di Makkah

Google

Setibanya di Makkah tepatnya Masjidil Haram, jamaah akan memulai kegiatan haji di awali dengan tawaf Qudum.

Tawaf Qudum adalah tawaf untuk menghormati Baitullah atau Ka’bah yang dilakukan pada hari pertama saat sampai di Makkah, tawaf qudum masuk dalam rukun wajib haji, namun bersifat sunnah.

Jadi tawaf tersebut dilakukan oleh jama’ah yang berniat haji ifrad atau qiran saja. Sedangkan jika seorang jama’ah berniat melaksanakan haji tamattu’ maka diwajibkan untuk melakukan tawah qudum.

Sebelum melaksanakan tawaf qudum ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, syarat sah dalam melakukan prosesi tawaf.

  1. Menutup aurat.
  2. Suci dari Hadast Kecil/Besar.
  3. Membenarkan Niat, bahwa tidak ada tujuan lain selain tawaf.
  4. Mulai berniat tawaf, yakni dikala melakukan tawaf sunnah (Tathawwu), sementara untuk tawaf ziarah atau rukun dan tawaf qudum tidak memerlukan niat.

Setelah melakukan tawaf qudum jama’ah haji wajib melakukan Sa’i dan memekai kain ihram di tanggal 8 Zulhijjah untuk mabit ke Mina dan pada tanggal 9 Zulhijjah, tepatnya setelah subuh jama’ah berangkat menuju Arafah.

Wukuf di Arafah

tata cara haji
pixabay.com

Pada tanggal 9 Zulhijjah wukuflah di Arafah hingga terbenamnya matahari untuk sholah Dzuhur dengan Ashar di (Jama’) dan Maghrib dengna Isya di (Jama’).

Ketika wukuf di Arafah perbanyaklah ibadah dengan berdzikir, tilawah Al – Qur’an dan beristigfar kepada Allah SWT. Setelah matahari terbenam, dilanjutkan dengan berangkat ke Muzdalifah dambil bertalbiyah, berikut bacaan talbiyah haji.

Mabit di Muzdalifah & Mina

Mabit adalah singkatan dari (Malam bina dan taqwa) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk membina iman dan taqwa seorang agar menjadi lebih baik dari sebelumnya, kegiatan tersebut dilakukan pada malam hari.

Lalukan mabit sampai tengah malam di muzdalifah, serta mencari batu kerikil untuk melontarkan jumrah di Mina nantinya. Lalu setelah sampai di Mina pada 10 Zulhijjah, jama’ah melontarkan Jumrah Aqobah dan Tahallul pertama, selanjutnya.

  • Tepatnya tanggal 11 Zulhijjah mabit di Mina & melontarkan Jumrah Ula, wustho, Aqobah (sebanyak 7x lemparan).
  • Bagi jama’ah yang mengambil Nafar awal, pada tanggal 12 Zulhijjah setelah melontarkan jumrah (Ula, Wustho & Aqobah) sebanyak 7x, wajib meninggalkan Mina sebelum Maghrib.
  • Tanggal 13 Zulhijjah bagi yang mengambill Nafar Tsani, melontarkan Jumrah, Ula, Wustho dan Aqobah.

Kemudian saat seluruh kegiatan di Mina terpenuhi, para jama’ah harus kembali lagi ke Makkah (Masjidil Haram) untuk melaksanakan kegiatan haji selanjutnya yaitu Tawaf ifadah & Sa’i.

Tetapi bagi jama’ah haji Ifrad dan Qiran yang sebelumnya telah melaksanakan Sa’i dan tawaf Qudum tidak perlu lagi melakukan-nya, seperti (mencukur rambut, dll). lalu Tahallul tsani dan setelah lewat hari tasyriq.

Maka jama’ah haji di perbolehkan untuk melakukan ibadah umrah, dengan mengambil miqad dari (Tan’im, ji’ronah / hudaibiyah). Lalu ditutup dengan tawaf akhir yaitu tawaf wada ‘sebelum berangkat Mekah / Baitullah dan pelaksanaan haji selesai. Itulah beberapa rangkaian dalam tata cara haji ifrad sampai selesai, semoga berhasil dan terima kasih.

Jangan lewatkan juga Doa, dan ucapan selamat untuk kedatangan jama’ah haji ke tanah air silahkan di baca ni!.

Youtube

Leave a Reply