Persyaratan Ibadah Haji & Rukun Ibadah Haji Mengikuti Sunnah Rasulullah

Sebelum melaksanakan ibadah haji atau umrah, sudah sepantasnya seluruh jama’ah wajib mengetahui bahwa ibadah haji merupakan bagian dari 5 rukun Islam, yaitu. Menyatakan kalimat (Syahadat), menunaikan ibadah (Shalat) 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan (Saum), menunaikan (Zakat) dan menunaikan ibadah (Haji).

Haji termasuk rukun islam yang Allah wajibkan, tanpa ada paksaan untuk setiap hamba mengerjakan-nya, sebab haji dan umrah bersifat Fardhu’ain.

Apa itu Fardhu’ain?. artinya adalah (wajib bagi setiap umat muslim yang sudah mampu). Seperti firman Allah ta’ala, dalam QS. Ali Imron (Ayat 96 – 97) silahkan di buka Al-Qur’an nya.

Pengertian Haji & Umrah Beserta Syarat-Syaratnya

Rukun dan persyaratan ibadah haji
pixabay.com

Haji merupakan bagian dari rukun Islam dan wajib dilaksanakan oleh umat Islam dengan beberapa persyaratan. (Islam, ber-akal, baligh, merdeka, mampu).

Haji merupakan bahasa Arab ber lafazh Al-Hajj dan Al-Hijj yang artinya (tujuan). Secara syar’i sebelum menunaikan ibadah haji jama’ah harus melaksanakan manasik/peragaan, agar haji para jama’ah sesuai sunnah nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam.

Sedangkan umrah secara keseluruhan sama persis seperti haji, akan tetapi ibadah umrah dapat dilakukan setelah menunaikan haji.

Persyaratan Ibadah Haji & Umrah

Persyaratan ibadah haji
pixabay.com

Ada beberapa persyaratan/etika dalam haji maupun umrah, yaitu (islam, ber-akal, baligh, merdeka, mampu). Akan tetapi ada beberapa catatan lain yang perlu kita ketahui selain syarat mutlak tadi.

Syarat mampu bagi Laki-Laki & Perempuan

  • Mampu dalam sisi bekal serta kendaraan.
  • Sehat Jasmani & Rohani.
  • Tidak ada beban saat perjalanan (rasa aman).
  • Mampu melakukan perjalanan.

Syarat mampu dalam 3 kebutuhan

  • Kebutuhan bagi keluarga yang ditinggal tercukupi.
  • Kebutuhan keluarga (tempat tinggal dan pakaian).
  • Penunaikan hutang.

Syarat mampu ibadah haji khusus bagi Perempuan

Adapun syarat-syarat khusus untuk perempuan, yaitu.

  • Ditemani oleh suami/mahrom nya (dalam hal jika mampu).
  • Tidak sedang dalam keadaan ‘iddah.

Hukum haji bersama anak yang belum baligh

Seandainya anda pergi haji bersama keluarga dan ada anak kecil (belum baligh) apa hukum hajinya?. Tentu tetap sah, akan tetapi ibadah haji anak bersifat tathowwu’ atau sunnah.

Maka setelah anak sudah baligh dan mampu, tetap berkewajiban berhaji. Walaupun hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama dan tentu sudah di pertimbangkan sebaik mungkin.

Itulah tadi persyaratan ibadah haji yang wajib diketahui jama’ah, beserta beberapa catatan yang harus di pertimbangkan sebelum keberangkatan.

Setelah kalian tahu semua rukun dan persyaratan ibadah haji selanjutnya kenali juga rukun saat di Baitullah. Mengingat sekarang di Indonesia diwajibkan mengantri untuk waktu yang cukup lama agar dapat menunaikan ibadah haji.

Sebab ibadah haji sangat penting bagi umat islam, tentu akan banyak muslim/muslimah yang sangat antusias untuk melaksanakan-nya. Sembari menunggu jadwal anda tiba. Setidaknya sudah memiliki bekal.

Rukun Haji Wajib & Haram Para Jama’ah Wajib Tahu

Persyaratan ibadah haji
pixabay.com

Sesuatu yang bersifat wajib tentu sangat mutlak untuk di laksanakan, khususnya dalam menunaikan ibadah termasuk haji. Rukun haji tersebut merupakan sebuah syariat yang sudah diturunkan dari masa nabi bahkan tercantum banyak dalam Al-Qur’an dan setiap rukun memiliki makna tersendiri.

Seperti Ihram atau niat, ketika hendak memulai sesuatu hendaknya berniat terlebih dahulu, tak hanya di mulut melainkan juga di hati termasuk jiwa & raga. Adapun beberapa rukun wajib yang harus di ketahui adalah.

  • Ihram (niat).
  • Wukuf di padang Arafah.
  • Tawaf (mengelilingi ka’bah).
  • Sa’I (berlari kecil mulai dari bukit Shofa hingga Marwah).
  • Menggunting / mencukur rambut.
  • mengikuti arahan dan intruksi amir/pengurus (tertib).

Selain itu ada beberapa poin penting, yang wajib lain yang dilakukan ketika melaksanakan ibadah haji, yaitu.

  • Mabit di Muzdalifah pada malam hari raya haji (bermalam).
  • Melempar 3 jimrah (jumrah ula, wusta, aqabah).
  • Mabit di Mina.

Dalam proses Ihram ada beberapa larangan yang harus di patuhi yang beberapa di firmankan langsung oleh Allah ta’ala, antara lain.

  • Untuk jama’ah pria dilarang memakai pakaian yang di jahit. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  • Larangan memotong rambut, mengkepang dan menyisir rambut atau bulu di bagian tubuh lain-nya. Firman Allah ( QS. Al-Baqarah Juz 2, ayat 196).
  • Untuk pria wajib menutup kepala dan wanita menutup muka.
  • Membunuh hewan. Firman Allah ( QS. Al-Maidah, ayat 95).
  • Memangkas kuku.
  • Memakai za’faran dan wars (sejenis wewangian) selama beribadah haji.
  • Mengadakan akad nikah / menikahkan. (HR. Muslim).
  • Menghindari perbuatan haram seperti gibah, berkata kotor dan hal yang tidak baik. ( QS. Al-Baqarah Juz 2, ayat 197).
  • Semaksimal mungkin hindari perbuatan mungkar serta mengundang syahwat.

Setelah mengetahui persyaratan selanjutnya masuk ke bagian inti yaitu, tata cara beribadah haji sesuai sunnah para nabi, mulai dari hari pertama hingga selesai.

Leave a Reply