Peluang Usaha Jasa Pengiriman Barang atau Kurir: Studi Kasus!

Bisnis jasa tidak kalah saing dengan sektor usaha lainnya. Kali ini saya akan membahas kesuksesan mereka yang terjun di bidang ini. Bisnis yang dilihat adalah, jasa pengiriman barang.

Biasanya bisnis didominasi pemain besar. Seperti, jasa pengiriman barang antar pulau bahkan atau antar negara. Akan tetapi, bisnis dengan konsep yang sama namun menawarkan spot yang lebih kecil juga menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit.

Bisnis ini hadir karena memanfatkan kesibukan orang yang ingin serba praktis dan cepat tanpa repot. Seperti barang berharga tinggal? Atau ingin membeli sesuatu tetapi malas keluar rumah? Terhalang hujan?

Peluang inilah yang ditangkap Riszky Ramadan. Pria ini menawarkan jasa tersebut. Namanya “Bujang Kurir” denga taglinenya, “adek pesan, abang antar.”

Bujang Kurir: Adek Pesan, Abang Anter.

peluang usaha jasa pengiriman barang dengan bujang kurir

Bujang Kurir adalah jasa pengiriman segala macam barang di kala orang tidak bisa melakukannya. Terhitung sudah hampir setahun lebih bisnis ini berjalan.

Jasa yang ditawarkan seperti antar jemput anak sekolah, makanan/minuman, jemput berkas/dokumen, antri tiket bioskop, pengambilan resep obat serta pembayaran listrik, PDAM, kendaraan dan jasa lainnya.

Meski sempat menaruh rasa optimis namun bisnis ini terus berkembang. Jika di bulan pertama hanya lima orderan yang masuk. Namun di bulan kedua, berubah menjadi 50 order yang masuk. Orderan terus meningkat, hingga sekarang saat Bujang Kurir menggunakan aplikas sebagai media pemesanan.

Untuk mencapai jumlah itu, tim harus bekerja keras. Tak cukup promosi di sosial media, tawaran kerjasama pun disampaikannya. Mitranya seperti beberapa rumah makan atau kafe, home industri, termasuk online shop.

Tarif yang ditawarkan cukup terjangkau. Sekali order, pelanggan hanya mengeluarkan uang Rp 15 ribu untuk satu kawasan. Biaya itu lanjut Riszky hanya berlaku selama jam operasional kerja. Jika di luar jam operasional, dikenakan tambahan biaya Rp 5 ribu. Hanya saja dia mengingatkan tarif itu berbeda jika untuk luar kota.

“Tak semua area kami diambil, karena mempertimbangkan keamanan barang dan kurir,” ujar dia.

Dari beberapa jasa yang dibuka itu, jasa order makanan menempati urutan tertinggi. Kedua, mengantri tiket di bioskop, bayar PBB, motor, PLN dan PDAM. Keempat, jasa antar jemput anak sekolah.

“Jasa antar jemput anak sekolah memiliki tarif yang berbeda. Bisa dihitung perpekan atau perbulan,” terangnya.

Selain Riszky, ada juga Agus Zurfi yang melakoni usaha serupa. Sektor usahanya pun lebih meluas. Tak hanya jasa antar kirim barang dan antar jemput anak sekolah, usaha yang dibangun Zurfi juga menawarkan jasa ojek dan rental sepeda motor.

Mr. Jek: Rental Motor dan Ojek Online

rental motor dan ojek online mr jek

Berbeda dengan Bujang Kurir, dalam jasa antar kirim barang tarif yang dikenakan dihitung berdasarkan jarak.

Pelanggan bisa menghitung langsung tarif yang akan dibayarkan. Tak sulit menghitungnya, karena sudah tersedia di website.

“Pelanggan hanya mengklik tempat awal dan tempat tujuan. Kemudian keluar biaya yang harus dibayarkan,” kata owner Mr. Jek ini.

Usaha ini sudah berjalan hampir setahun. Terinsipirasi dari Go Jek, pria berusia 46 tahun inipun membuat usaha serupa. Media sosial menjadi tempat untuk mempromosikan usaha yang dibangunnya itu.

Ketika pertama kali buka, Zurfi yang turun langsung memberikan pelayanan ke pelangggan. Ketepatan waktu dan kepuasan pelanggan menjadi andalannya.

Dalam sehari, dia pernah mendapatkan omset hingga Rp500 ribu. “Sekarang order yang biasa kami terima kisaran 30 hingga 70 order sehari,” sebut dia.

Sama halnya dengan Bujang Kurir, tidak semua areal pengiriman barang diambil Mr. Jek. Alasannya karena keamanan barang dan kurir. Begitu juga untuk jasa antar jemput anak sekolah. Tarif yang dikenakan bisa dihitung mingguan atau bulanan.

Leave a Reply