Meneguk Segarnya Uang dari Jualan Jus Buah

jus-buah

Menjalankan bisnis bisa dari mana saja. Contohnya buah yang awalnya bisa dikonsumsi langsung ternyata bisa diolah lagi menjadi minuman segar. Akrab disebut dengan jus buah.

Menjalankan bisnis ini memberikan keuntungan yang lumayan besar. Pertama modal yang dibutuhkan tidak begitu besar. Kemudian satu jenis buah, bisa diolah menjadi beberapa gelas minuman segar.

Ini menggambarkan margin keuntungan yang menggiurkan bagi yang mau menggelutinya. Belum lagi saat masuk musim kemarau. Jus buah bisa laris manis diburu lantaran banyak orang membutuhkan minuman segar untuk menghilangkan rasa haus.

Keuntungan yang diberikan pun terbuka lebar. Sebab jus buah disukai oleh hampir semua orang baik anak-anak, remaja dan orang tua. Ketersediaan bahan baku juga menjadi modal besar untuk menjalankan bisnis ini.

Terlebih lagi menikmati minuman yang berasal dari buah asli tentu lebih segar dan menyehatkan.

Tak heran minuman ini menjadi teman nongkrong segala usia. Minuman ini pun bisa dinikmati tidak hanya di tempat elit saja. Di tempat-tempat warung sederhana pun di pinggir jalan bisa menikmati minuman segar yang enak dinikmati saat musim panas ini.

Di Pontianak, bisnis ini tumbuh pesar. Di antaranya StartJus di Jalan Jendral Urip. Ria pemilik usaha ini sudah lebih dari lima tahun menggeluti bisnis ini. Sekarang dia sudah memiliki tiga cabang. Bilangan Kotabaru, Pattimura, dan Jenderal Urip.

“Masing-masing tempat ada tiga karyawan. Kami buka dari jam delapan pagi hingga jam 11 malam,” ujarnya.

Kepada Kelambit, Ria mau membagi suka duka menjalankan bisnis ini. Menurutnya berbisnis ini gampang-gampang susah. Meski ketersedian bahan baku cukup memadai, namun calon pengusaha harus memenuhi peralatan lainnya.

Mulai dari blender, gelas dan tidak lupa kebutuhan utama yaitu listrik. Kemudian calon pebisnis memastikan air yang digunakan benar-benar bersih. Sebab tak jarang konsumen takut membeli hanya karena khawatir dengan sumber air yang digunakan penjual. Meskipun musim kemarau tidak menjadi jaminan jualan laris manis.

“Air harus benar-benar bersih. Kalau musim kemarau memang bisa laris manis, tapi saat musim kabut asap kebutuhan air juga susah,” ungkapnya.

Begitu juga dengan pasokan buah. Meski pasokannya tidak hanya dari lokal tapi juga impor. Harga yang tinggi juga menjadi masalah. Sementara penjual tidak bisa begitu saja menaikan harga jual kepada konsumen.

Menurut Ria agar bisa menarik simpati pengunjung maka keberadaan tempat usaha juga menjadi pertimbangan. Tidak hanya berada di lokasi yang strategis, tetapi pemilik harus bisa menyediakan tempat yang asyik untuk nongkrong.

Karena itu perlu menyediakan meja dan kursi bagi pengunjung yang ingin menikmati langsung jus buah di tempat jualan. Meski demikian dia tak menampik tetap memberikan kesempatan bagi pengunjung yang ingin menikmati minuman segar itu di rumah.

Soal harga, Ria sepertinya memiliki cara tersendiri untuk bersaing dengan usaha jus buah lainnya. Dia menetapkan harga menyesuaikan dengan buah.
“Harganya relatif. Paling mahal Rp12 ribu dan termurah Rp6 ribu,” sebut dia.

Menariknya bisnis ini juga dirasakan Mardianto Lim (44 tahun). Pemilik Cafetaria Segarria di Jalan Pattimura ini mengaku harus menetapkan strategis khusus agar bisa bersaing dengan pengusaha lain.

Maklum bisnis tubuh di setiap sudut kota. Modal yang ringan tapi memberikan hasil yang menjanjikan. Dalam penetapan harga, Mardianto berbeda dengan Ria. Dia memberikan harga yang sama untuk semua jus buah. Dengan cara seperti itu, dia menjamin kualitas minuman yang ditawarkan tetap terjaga.

“Kualitas tetap dijaga dan gunakan susu yang berkualitas baik,” tutupnya.

Leave a Reply